<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Iza Media</title>
	<atom:link href="http://www.izamedia.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.izamedia.com</link>
	<description>Internet Marketing, Web Development and Publisher Network</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Apr 2012 04:33:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>		<item>
		<title>Iza Media Intra, Pemadatan Jadwal Dan Materi</title>
		<link>http://www.izamedia.com/iza-media-intra-pemadatan-jadwal-dan-materi/</link>
		<comments>http://www.izamedia.com/iza-media-intra-pemadatan-jadwal-dan-materi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 09:58:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jarot Syahputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.izamedia.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Banyak pertanyaan yg dikirimkan via email atau message FB, tentang kemungkinan memadatkan jadwal dan materi, agar kawan² yg berada di luar kota Jogja bisa enggak terlalu lama merantau di Jogja demi ikut program Intra yang seminggunya 3 kali pertemuan. Sebagian udah dijawab dan dijelaskan, tapi pada akhirnya udah nggak lucu lagi nulis ulang jawaban yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="rite ml10 mb10"><img src="http://www.izamedia.com/wp-content/uploads/2012/02/exhausted-brain.jpg" alt="Exhausted brain" title="Exhausted brain" width="454" height="333" class="alignnone size-full wp-image-105 rond3" /></p>
<p>Banyak pertanyaan yg dikirimkan via email atau message FB, tentang kemungkinan memadatkan jadwal dan materi, agar kawan² yg berada di luar kota Jogja bisa enggak terlalu lama merantau di Jogja demi ikut program Intra yang seminggunya 3 kali pertemuan.</p>
<p>Sebagian udah dijawab dan dijelaskan, tapi pada akhirnya udah nggak lucu lagi nulis ulang jawaban yang sama secara berulang-ulang, kalau jawaban untuk pertanyaan yang semisal bisa dibaca secara langsung. Agak panjang, siapin kopi dan rokok dulu sebelum mulai baca. <em>So ini dia.</em></p>
<p><strong>Mungkinkah Jadwal dipadatkan?</strong></p>
<p><em>Jawabannya, mungkin. </em></p>
<p>Bisa direalisisakan kah?<br />
Nanti Dulu.</p>
<p><strong>Tentang 12 Kali Pertemuan &#038; 3 Kali Seminggu </strong></p>
<p>12 kali pertemuan untuk masing² materi, pada dasarnya hanya bersifat hitungan kasar. Karena pada prakteknya, keadaan serta perbedaan daya tampung dan daya serap masing² peserta tetap nggak bisa tidak diindahkan. Ada beberapa kelas di 2 angkatan terakhir yang, memang punya daya tampung dan daya serap rata², sehingga memungkinkan akselerasi penyampaian. Yang di kasus seperti ini, 12 kali pertemuan masih mencukupi. </p>
<p>Tapi, hampir rata di semua kelas lainnya, 12 kali pertemuan amat sangat kurang, dikarenakan adanya toleransi pengulangan materi tertentu, yang apabila tetap dipaksakan untuk ngelanjut akan jadi dasar yang sangat lemah untuk menerima input materi selanjutnya.</p>
<p><em>Kenapa harus 3 kali seminggu?</em></p>
<p>Seminggu hanya ada 7 hari. Waktu input 3 hari, waktu pencernaan dan peresapan, sisanya. Sangat diusahakan agar 3 kali seminggu ini tetep memiliki jeda satu hari, buat ngasih kesempatan materi yang tersampaikan sebelumnya terserap bener², dan otak punya waktu senggang sebelum diinput lagi materi baru, dalam keadaan ready state untuk di-input. </p>
<p><strong>Belajar Versus Menambang Materi</strong></p>
<p>Dari awal banyak masukan dari kawan yg enggak di jogja agar materinya dibikin modul dan downloadable. Jadi yang enggak di jogja tetep bisa ikut program Intra, dengan ngikutin program yang online. Sangat disayangkan, ide tsb blom bisa tak wujudkan, nggak bakalan pernah, mungkin. Kenapa tetep akan enggak diwujudkan, karena, fokusnya di sini lebih ke &#8220;belajar&#8221; nya. Ketimbang &#8220;menambang&#8221; materi nya. </p>
<p><strong>Versi Instant, Kilat, Whatevs</strong></p>
<p>Oh ya, udah pernah ada yang minta di &#8220;kilatkan&#8221;. Karena satu dan banyak hal, ada satu atau dua kelas tertentu yang meminta penyampaian materi dipercepat. Secara gamblang udah tak jelaskan, tentang resikonya, tentang otak punya batas maksimal, tentang prosentase terserap dan enggak terserap, tentang masalah lebih banyak tumpahnya ketimbang yang tertampung. </p>
<p><em>Tapi dengan gagah pada njawab: We can handle that.</em></p>
<p>Ok deh, bukan aku yang minta, resiko banyak yg tumpah mau mereka tanggung, so singkat cerita &#8211; we have it.<br />
Dan nggak perlu tak ceritakan panjag lebar sampai detail, udah amat sangat tertebak hasilnya. Ibaratnya hari itu diguyur hujan, pas hujan kelar, basah sedikitpun enggak. Keesokan harinya, semua materi yang dipaksakan ditelan, lenyap tanpa bekas. Beberapa jam terbuang sia-sia, kudu ngulang lagi.</p>
<p>Semua substansi (ciptaan Yang Maha Menciptakan Substansi) punya titik kulminasi. Punya titik jenuh. Manusia dan otaknya pun demikian. So nggak perlu berlagak gagah, capek dan lelah itu manusiawi kok. Ada hal amat mendasar kenapa mie instant dinamakan mie instant. Karena enggak manusiawi itu tadi salah satunya.</p>
<p><strong>Berguru Dan Membaca Buku</strong></p>
<p>Jadi inget sentilan kakek almarhum tentang Guru dan Kitab pada saat kami berdua ngobrolin salah satu topik di area tarekat. Beliau penganut Naqshobandiyah, dan berdarah madura.</p>
<blockquote><p>Jaman maju koyo saiki, golek kitab opo wae gampang cong. Sing iseh tetep angel, nggolek gurune.</p></blockquote>
<p>Terjemahan bebasnya: <em>Jaman udah semaju gini, cari kitab apapun gampang. Yang tetep sangat sulit, cari gurunya</em>.<br />
Yang selanjutnya obrolan berlanjut ke hal² yg berkaitan dengan tersampaikannya ilmu, fungsi dan peran guru itu sendiri, hilangnya ilmu kalau nggak diamalkan, memilih murid, nggak semua orang yang pengin belajar sebenernya bener² memerlukannya. Bergeser hingga cerita nabi Khidir A.S, dll dll.</p>
<p>Yang pada point kita, akan tak garis bawahi di bagian, betapa konvensionalnya aku sendiri sebagai pengajar, dan Intra sebagai programnya. Enggak syah ngajarin kalo blom ketemu dan ngajarin langsung.</p>
<p><strong>Kesimpulannya?</strong></p>
<p>So, dari beberapa point di atas udah sangat jelas bahwa, program Intra lebih care ke mendidiknya, ketimbang menjual materinya. Karena pada dasarnya Intra memang dibikin jadi wahana pendidikan, bukan tempat menjajakan modul.</p>
<p>Jadi dengan amat sangat menyesal, permohonan kawan² yang pada minta agar ada penskedulan khusus, versi kilat, agar materi bisa disampaikan dalam satu minggu atau kurang &#8211; kelar, enggak bisa diwujudkan. Model gini, yg bisa dijamin cuman dua: materi kelar, dan banyak yang enggak nyantol. Sangat bertentangan dengan prinsip dasar Intra. </p>
<p><em>Sekali lagi, beribu-ribu maaf saya haturkan.</em></p>
<p>Kalau kita berjodoh, jarak dan waktu nggak bakalan jadi masalah.<br />
Pintu Djarot Studio selalu terbuka buat panjenengan semua.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.izamedia.com/iza-media-intra-pemadatan-jadwal-dan-materi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

